News Update :

Renungan

Artikel lainnya »

Ustadz Menjawab

Artikel lainnya »

Keluarga

Artikel lainnya »

Dunia Islam

Artikel lainnya »

Kultwit

Artikel lainnya »

Dakwah

Artikel lainnya »

Mengapa Syeikh Al Buthi dibunuh ?

Saturday, March 23, 2013

Syaikh Muhammad Sa’id Ramadhan Al Buthi dilahirkan di kampong Gelika pulau Buthan wilayah Kurdistan, Turki tahun 1929, 5 tahun setelah khilafah Utsmani dibubarkan oleh Attaruk. Ayahnya bernama Syaikh Mala Ramadhan Al Buthi, seorang alim, takwa, dan memiliki keluasan ilmu.
Hanya 4 tahun Al Buthi tinggal di kampong kelahirannya. Hingga tahun 1933 ia hijrah dibawa ayahnya ke Suriah, akibat maraknya tindakan pembersihan ulama-ulama Islam oleh Attaturk. Keluarga Al Buthi menetap di kampong ‘Ain Dewar, dekat perbatasan Turki-Suriah. Akhirnya, kampung inilah yang ditulis di akte lahir Al Buthi dan adik-adiknya.

Al Buthi mengenyam pendidikan hingga Doktor di Al Azhar. Lulus dari Sekolah Agama Islam kesohor Ma’had At Taujih Al Islami di Damaskus yang dipimpin oleh Syaikh Hasan Habannakah Al Maidani. Kemudian melanjutkan kuliah di Fakultas Syariah Universitas Al Azhar tahun 1953 dan berhasil meraih gelar ‘Alamiyah (Syaikh) tahun 1955.

Setelah itu kembali ke kota Homs tahun 1958 dan menetap hingga 1961, menjadi guru di beberapa Sekolah Islam, hingga ditunjuk menjadi dosen pembantu di Fakultas Syariah Universitas Damaskus. Kemudian Al Buthi dikirim untuk mengambil program Doktor dan meraihnya tahun 1965. Tak lama kemudian ia ditunjuk menjadi dosen penuh di fakultas Syariah, hingga menjadi Dekan.

Al Buthi memiliki banyak karya ilmiah. Buku-bukunya telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa. Termasuk bahasa Indonesia. Salah satunya yang masyhur: Sirah Nabawiyah.

Al Buthi dan Hafizh Al Assad 
 
Sepulangnya dari menimba ilmu di Al Azhar, Syaikh Al Buthi bekerja menjadi guru PNS di sekolah-sekolah milik pemerintah. Setelah itu diangkat menjadi dosen resmi di Universitas Damaskus.

Ketika Hafizh Al Assad berkuasa tahun 1970, artinya jarak antara Al Buthi lulus dari Al Azhar dan Hafizh Al Assad berkuasa sekitar 16 tahun. Hubungan Al Assad dengan Al Buthi tentu belum terjalin. Al Buthi seorang dosen, sedangkan Al Assad menjadi Presiden Suriah.

Hingga pada tanggal 16 Juni 1979, terjadi peristiwa “pembantaian Sekolah Altileri Darat di Aleppo (300 km dari Damaskus)”. Sekolah militer tersebut terletak di wilayah Romusa dekat kota Aleppo sebelah utara Suriah. Pembantaian dilakukan oleh Kapten Ibrahim Yusuf, perwira di bagian Bintal sekolah Altileri dibantu oleh Front Tempur jamaah Ikhwanul Muslimin, sebagai aksi pembalasan atas tindakan represif rezim yang salah satu komandannya adalah Hafizh Al Assad. Peristiwa tersebut menewaskan 32 Taruna dan 54 luka-luka.

Usai peristiwa tersebut, kementrian Informasi meminta Syaikh Muhammad Ramadhan Al Buthi untuk mengeluarkan fatwa syariah tentang pembantaian. Al Buthi meresponsnya dengan mengungkapkan dalil-dalil syariat yang mengharamkan aksi pembantaian.

Tak lama berselang, kesempatan Al Buthi menuju jalan istana terbuka. Tak disangka, setelah tampil di media hubungan Al Buthi dengan Hafizh Al Assad terbuka. Hingga pada tahuna 1982, Kementrian Wakaf Suriah (Kemenag) yang diwakili menterinya bernama Muhammad Al Khathib mengundang Al Buthi untuk menjadi pembicara tunggal dalam acara Festival Menyambut Abad 15 H. 

Acara tersebut dihadiri oleh Presiden Hafizh Al Assad. Al Buthi memanfaatkannya untuk menyampaikan nasihat dan doa bagi Hafizh Al Assad.
Hubungan Al Buthi dengan Al Assad semakin intens. Bahkan Al Assad suka mengajak Al Buthi ke istana, berdialog hingga berjam-jam (6-7 jam), membicarakan banyak hal. Saya sempat menjadi saksi sejarah, saat 1998 berkunjung ke Suriah menyaksikan Islamic Book Fair di Damaskus ke-14, Al Buthi benar-benar dicintai rakyat dan penguasa. Tentu ada juga yang mengkritisi sikap Al Buthi, salah satunya Syaikh Usamah As Sayyid yang menulis buku bantahan terhadap pemikiran Al Buthi berjudul, “Ar Raddu Al ‘Ilmi ‘Alal Buthi”.

Mengapa Al Buthi Bersikap Manis dengan Rezim Al Assad?
 
Banyak tuduhan yang terlontar terhadap ‘Allamah Al Buthi. Salah satunya yang menuduh beliau sebagai mucikari, muftin (penebar fitnah), hingga pengawal setia rezim Al Assad. Bagi kita yang hidup jauh dan tidak mengalami –atau malah mencermati prahara dan tekanan politik di era 60an hingga 80-an, maka pasti akan berkesimpulan seperti di atas. Namun jika kita mau sedikit bijak, maka sikap Al Buthi itu sangat sah dan dibenarkan syariat.

Di antara landasan Al Buthi membuka dialog dengan Rezim Al Assad adalah:

1. Hubungan gerakan Islam yang dimotori oleh Ikhwanul Muslimin di pelbagai Negara Arab, tengah berada di titik nadir. Tindakan represif rezim-rezim dunia Arab, dari mulai Maroko hingga Teluk, Mesir hingga Syam tengah marak. Bahkan terbukti, tindakan Hafizh Al Assad yang membumihanguskan provinsi Homs dan membunuh seluruh penduduknya yang mendukung gerakan IM, tercatat sejarah sebagai hubungan kelam antara penguasa dan jamaah IM.

2. Al Buthi memandang, rezim Al Assad dari ayah hingga anaknya Basyar Al Assad, sangat kuat dipengaruhi sekte Syi’ah Rafidhah yang cenderung membumihanguskan Muslim Sunni, seperti yang terjadi di Iran-Iraq. Perlu diperhatikan, Hafizh Al Assad naik tahta seiring dengan maraknya revolusi Khumaini yang puncaknya terjadi tahun 1979. Al Buthi memiliki komitmen, untuk menyelamatkan entitas Muslim Sunni di Suriah.

3. Tindakan represif Al Assad bukan hanya pada gerakan perlawanan secara fisik, namun juga mengarah pada non fisik. Di era Hafizh Al Assad, pengajian-majlis taklim-dan perkumpulan di atas 3 orang bukan hanya tidak diizinkan, tapi akan dijebloskan ke penjara tanpa pengadilan. Jika pun ada, yang berlaku adalah pengadilan militer. Hingga banyak gerakan-gerakan Islam yang memilih jalan dakwah dengan gerakan Sufi, yang berkumpul di masjid dan berdzikir ratusan ribu kali sembari berjingkrak-jingkrak. Saya pernah mengalami itu di salah satu masjid di Manbej, salah satu kabupaten di wilayah Aleppo. Jelas, selain majlis taklim dilarang, maka penerbitan buku-buku Islam dibatasi.

Hasil Nasihat Al Buthi 
 
Usaha Al Buthi untuk menasihati penguasa berbuah di tataran nyata. Tentu dengan pengorbanan tak sedikit, salah satunya, Al Buthi dituduh tutup mata dengan tindakan Al Assad. Di antara hasilnya adalah:

1. Al Buthi pernah diundang selama 7 jam, berdialog dengan Hafizh Al Assad. Al Buthi lebih banyak menyimak curhatan Al Assad, hingga akhirnya Al Buthi menyarankan Hafizh Al Assad untuk membebaskan tokoh-tokoh dan tawanan politik dari Jamaah Ikhwanul Muslimin. Rentang beberapa minggu kemudian, para tapol IM dibebaskan.

2. Saya memprediksi, kesediaan Al Assad untuk membuka Suriah bagi para pengungsi Palestina setelah peristiwa Pembantaian Shabra dan Syatila terjadi pada September 1982, di Beirut, Lebanon, yang saat itu diduduki oleh Israel adalah hasil dari nasihat yang diberikan oleh Al Buthi. Bahkan Suriah membuka diri kepada HAMAS untuk membuka satus-satunya kantor Perwakilan HAMAS. (Saat itu, tidak ada satu pun negara Arab yang mau menerima HAMAS untuk membuka markas di luar Palestina – redaksi)

3. Penerbitan buku-buku Islam Sunni termasuk Al Qur’an, sangat digalakkan. Bahkan saat saya mengunjungi toko-toko buku di Suriah, penerbit-penerbit Suriah sukses menjadi penerbit-penerbit buku Islam terkemuka hingga di Mesir. Beberapa penerbit di Mesir, malah justru dimiliki orang-orang Suriah.

Termasuk maraknya majlis-majlis taklim di Damaskus yang didukung penguasa Al Assad, semisal: Kajian Hadits Bukhari oleh Syaikh Musthafa Dib Al Bugha, Kajian Fiqh dan Syariah oleh Syaikh Wahbah Az Zuhaili, Kajian Sirah Nabawiyah oleh Al Buthi, hingga kajian dan Kuliah Singkat di Mujamma’ Abun Nur Al Islamy yang dipimpin oleh Syaikh Kaftaro. Dimana kurang lebih ada 25 orang mahasiswa/i Indonesia yang turut menikmati pendidikan di sekolah-sekolah tersebut.

4. Hafizh Al Assad sebelum wafatnya, mengundang Al Buthi ke kediamannya. Ia berpesan agar saat wafat, Al Buthi sukahati menjadi imam. Al Buthi pun menunaikan pesan Al Assad. Hingga peran ini, banyak yang berpendapat, Hafizh Al Assad telah melunak dari paham Syi’ah Rafidhah-nya. Dan terbukti, dukungan Suriah terhadap Libanon melawan Israel semakin menguat.

Al Buthi dan Basyar Al Assad
 
Hubungan manis Al Buthi dengan rezim Al Assad, berlanjut hingga kekuasaan Suriah berpindah kepada Basyar Al Assad. Singkat kata, hingga menjelang demonstrasi yang mengakibatkan revolusi dan perlawanan senjata, Al Buthi telah menjalankan fungsinya sebagai penasihat utama rezim Al Assad.

Al Buthi bersama rombongan ulama Sunni, mendatangi Al Assad dan menuntut beberapa hal:

1. Al Assad membuka diri bagi tuntutan reformasi. Hal ini disanggupi Al Assad dengan melakukan perubahan birokrasi, mengubah menteri di 6 kementrian, dan memecat Perdana Menteri.

2. Al Assad diminta untuk tidak menggunakan tindakan represif. Al Assad menyanggupi, asalkan demonstrasi anti dirinya dihentikan.

Namun mengapa Al Assad mengajukan sebuah dokumen kepada Al Buthi, bahwa pihak demonstran telah disusupi anasir-anasir Wahabi yang didukung oleh Saudi Arabia, yang justru didukung oleh AS-Barat. Di sini kembali harus bijak dalam bersikap. Dalam benak Al Buthi, kesatuan rakyat Suriah lebih diutamakan. Maka dalam pelbagai khutbah Jumat, Al Buthi menyerukan persatuan dan kesatuan itu. Al Buthi ingin memahamkan kepada semua elemen termasuk jamaah Ikhwanul Muslimin, di awal-awal demonstrasi untuk menahan diri. Karena demonstrasi dan revolusi sudah ditunggangi. Tak ada yang mengambil manfaat dari kisruh Suriah, kecuali Israel. Bahkan di salah satu khutbahnya, Al Buthi mengungkapkan hadits shahih tentang keharusan taat kepada pemimpin (amir), terlepas pemimpin itu baik atau jahat, saking pentingnya persatuan dan kesatuan serta stabilitas.

Hadits-hadits yang disampaikan Al Buthi, adalah hadits-hadits yang digunakan oleh rezim Al Sa’ud di Saudi Arabia, rezim Al Nihyan di UAE, atau Al Khalifah di Qatar, dan lain-lain. Sebaiknya kita tengok tanggal dan waktu kapan Al Buthi menyampaikan khutbah, selain kita pun harus mendengar khutbah tersebut harus utuh, tidak sepotong-sepotong.

Mengapa Al Buthi Dibunuh? 
 
Peristiwa di Masjid Al Iman, tempat pengajian Al Buthi kemarin (22/3/13) sangat tidak masuk akal. Hal ini berdasarkan alasan-alasan berikut:

1. Sejak lama, Al Buthi dikelilingi pengawal dari militer Al Assad. Kemanapun Al Buthi pergi, maka puluhan pengawal dan intel, memenuhi setiap langkah Al Buthi. Al Assad frustasi dengan semakin banyaknya pejabat-pejabat (termasuk Menhan) yang membelot ke pejuang Suriah. Al Buthi dikhawatirkan membelot. Bahkan saksi mata mengatakan, bahwa masjid sudah dikepung dari empat penjuru.

2. Melihat TKP, ledakan bom dilakukan jauh dari area masjid. Sedangkan di masjid, yang terjadi bukan ledakan tapi penembakan dan pembantaian. Pihak intelejen Al Assad, langsung datang melakukan pembersihan dan mengangkut seluruh mayat -termasuk korban jamaah yang terluka- ke tempat yang Al Assad dan intelejen yang mengetahuinya.

3. Dari sejak perjuangan melawan Al Assad digelorakan, Front Pembebasan Suriah sudah bersepakat tidak menyerang ulama-masjid-tempat ibadat- bahkan para pejuang memiliki etika untuk tidak melakukan serangan kecuali setelah pukul 10 malam hari.

Pertanyaannya, mengapa Al Buthi dibunuh? Menarik analisa Samir Muhsin, seorang pemerhati pergerakan Islam yang mengemukakan alasan-alasan dibunuh:

1. Al Buthi adalah khaatimus sirri (penutup rahasia), pemegang kartu truf rezim Al Assad. Karena Al Buthi lama menjadi nasihat Hafizh Al Assad. Ketika Al Buthi membelot, maka Al Assad khawatir segala aib dirinya terbongkar. Termasuk membongkar pelbagai kebijakan Al Assad yang berdamai dengan Israel, risywah, korupsi, dan pembantaian.

2. Al Buthi paham betul tokoh-tokoh yang berbaju ulama, tapi memiliki rencana busuk untuk menghancurkan kaum Sunni di Syam.

3. Al Buthi dijadikan alat oleh Al Assad untuk meraih simpati dari kalangan Sunni, untuk digunakan sebagai propaganda memecah belah kesatuan Front Pembebasan Suriah yang semakin hari semakin banyak menuai sukses.

4. Al Buthi dijadikan “maf’ul bih” dan “maf’ul liajlih” maksudnya: sinyal bahwa siapapun yang melawan Al Assad akan dibantai, termasuk orang terdekat sekalipun.

5. Al Assad melempar 2 burung dengan 1 batu. Maksudnya, mengorbankan Al Buthi agar rakyat Suriah -terutama Sunni- antipati terhadap para pejuang Front Pembebasan Suriah.

Keadaan Masjid Al Iman, lokasi gugur Syeikh Al Buthy

Kesimpulan 
 
Saya yang sempat beberapa kali menghadiri taklim beliau, sangat yakin akan ketulusan, keikhlasan, dan muruah yang dimiliki Syaikh Al Buthi. Bahkan saya mendengar, Al Buthi tidak mengambil royalty dari buku-buku yang diterbitkan. Selain berwasiat untuk menginfakkannya di jalan Allah. Termasuk buku-buku yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Sebagai orang yang dekat dengan kekuasaan, Al Buthi jauh dari kata borju atau memperkaya diri. Hal ini dilatarbelakangi oleh keadaan beliau sejak kecil hidup susah.

Adapun sikap beliau yang mendukung penguasa, bagi saya sangat lumrah dan masuk akal:

1. Beliau adalah salah satu saksi sejarah atas tindakan represif Attaturk di Turki yang membantai para ulama, menghancurkan masjid, memupus B. Arab. Hingga ia dan seluruh keluarganya memilih berhijrah ke Suriah. Pengalaman pahit tindakan bengis penguasa ini, tak akan bisa dihapus. Maka sikap beliau yang memilih loyal kepada pemerintah, dipahami sebagai “dakwah” untuk menjaga generasi muda Islam dan alim ulama dari pembantaian rezim Al Assad.

2. Beliau memiliki alasan yang didukung Al Qur’an dan Sunnah tentang kewajiban taat kepada pemimpin, karena beliau melihat dan merasakan, hampir tak ada pemimpin Arab yang peduli terhadap Islam selain Raja Faisal. Seluruh pemimpin Negara Arab adalah pemimpin dictator. Ingat, Al Buthi hidup di 5 generasi. Mulai generasi Raja Faruq di Mesir hingga Muursi. Dari generasi Syah Iran-Khumaeni-hingga Ahmadinejad. Beliau paham betul, kepedihan dari praktik zhalim penguasa terhadap para ulama dan aktivis gerakan Islam di seluruh negeri Arab. Oleh karena itu, beliau masuk ke dalam lingkaran kekuasaan dalam rangka menasihati, tidak lebih.

3. Sebagai alim dan mujtahid, saya meyakini, apa yang beliau lakukan dengan mendukung rezim penguasa adalah bagian dari ijtihad. Jika salah mendapatkan 1 pahala, dan jika benar mendapatkan dua pahala. Saya yakin beliau adalah sosok terbaik. Bila ada kekurangan, saya meyakini kekurangan atau khilaf adalah hal yang lumrah dari manusia. Namun kekurangan yang sedikit, tidak boleh membuat kita mencaci maki. Terlebih yang mencaci maki hanyalah bau kencur yang tak memiliki karya, amal shalih, hingga pengalaman hidup setinggi beliau.

Wallahu A’lam

Nandang Burhanuddin, Lc

Analisis Terhadap Melonjaknya Harga Bawang & Daging Sapi | Kultwit @dangtuangku

Wednesday, March 20, 2013



@dangtuangku

@chirpstory @imamwm1 1. Ini tanggapan saya atas tuips akun @PartaiSocmed. Judulnya: Melonjaknya harga bawang dan daging sapi salah siapa.

@chirpstory @imamwm1 2. @PartaiSocmed menyebut akar masalah tingginya harga bawang dan daging karena tak diterapkan ‘hukum pasar bebas’.

@chirpstory @imamwm1 3. Menurutnya kebijakan Mentan Suswono mengecilkan kuota impor 

@chirpstory @imamwm1 4. Tidak lupa pula ia menyebut gerakan ‘membeli produk Indonesia’ anti impor, utopis. 

@chirpstory @imamwm1 5. Pendeknya, ia menyebut ‘gerakan membeli produk indonesia’ hanya  

@chirpstory @imamwm1 6. Oleh karena itu, ia mengkampanyekan agar segera saja dibuka kran impor khususnya komoditi petanian sebesar-besarnya. 

@chirpstory @imamwm1 7. @PartaiSocmed berargumen pasar bebas timbulkan persaingan hingga petani dipaksa efisien dan konsumen terlindungi. 

@chirpstory @imamwm1 8. Menurutnya, saat ini petani/peternak tak efisien sehingga ketika harga komoditi murah, petani/peternak menjadi rugi 

@chirpstory @imamwm1 9. Jika kita tak kritis, kita akan menganggap hukum pasar bebas memang betul lahirkan keadilan sosial.

@chirpstory @imamwm1 10. Benarkah begitu? Tentu saja tidak. Mari kita kuliti satu persatu pikiran ngawurnya @PartaiSocmed ini.

@chirpstory @imamwm1 11. Jika kran impor dibuka sebebasnya, sesuai hukum pasar, komoditi seperti bawang misalnya akan membanjiri pasar.

@chirpstory @imamwm1 12. Sesuai hukum ekonomi, tingginya penawaran dibanding permintaan membuat harga turun. Contohnya tahun 2012 silam.

@chirpstory @imamwm1 13. Tahun 2012 silam harga bawang merah Rp3000 per kilogram. Padahal biaya produksi Rp5000 perkilogram. Petani rugi.

@chirpstory @imamwm1 14. Kerugian hampir 50 persen dari biaya total produksi itu sangat besar. Membuat modal bertaman musim depan habis.

@chirpstory @imamwm1 15. Dampaknya seperti saat ini. Petani tak punya lagi modal. Produksi bawang dalam negeri akhirnya turun drastis.

@chirpstory @imamwm1 16. Asumsi @PartaiSocmed, kerugian petani karena biaya produksi tinggi dan tak efisien. Sisi mana yang mau diefisienkan?

@chirpstory @imamwm1 17. @PartaiSocmed menyebut soal pupuk. Bukankah harga diatur pemerintah dgn harga eceran tertinggi (HET). Ini subsidi.

@chirpstory @imamwm1 18. Saya pernah meneliti cabai di sebuah desa di Lembang. Mulai produksi sampai penjualannya di Pasar Induk Kramat Jati

@chirpstory @imamwm1 19. Petani cabai di sana menghitung biaya produksi mereka mulai bibit, pupuk sampai pestisida, kecuali tenaga kerja.

@chirpstory @imamwm1 20. Jasa tenaga kerja tidak dimasukkan dalam biaya karena pengerjaan dilakukan sendiri oleh petani dan keluarganya.

@chirpstory @imamwm1 21. Setelah panen, hasil penjualan saat dikurangi biaya sama dgn total upah tenaga kerja petani dan keluarganya.

@chirpstory @imamwm1 22. Ini berarti petani sebenarnya tak pernah untung. Kecuali upah mereka bekerja di lahan mereka sendiri.

@chirpstory @imamwm1 23. Resiko kerugian lebih banyak dipikul petani ketimbang pedagang. Sebaliknya, keuntungan banyak dinikmati pedagang.

@chirpstory @imamwm1 24. Mungkin betul bila dibandingkan petani luar negeri penggunaan pupuk dan pestisida petani kita mungkin tidak efisien

@chirpstory @imamwm1 25. Namun ingat luasan rata-rata lahan petani kita hanya 0,3 hektar. Sedangkan asing rata-rata diatas tiga hektar.

@chirpstory @imamwm1 26. Penggunaan pupuk dan pestisida di lahan luas jelas lebih efisien dibandingkan lahan sempit.

@chirpstory @imamwm1 27. Jadi sampai kapanpun efisiensi produksi petani asing lebih unggul, sepanjang luas lahan petani kita masih kecil.

@chirpstory @imamwm1 28. Jadi maunya @PartaiSocmed petani kita harus lebih efisien dari asing adalah utopis sepanjang lahan masih kecil.

@chirpstory @imamwm1 28. Mengacu data BPS 2012, 120 juta penduduk Indonesia di desa. 84 juta petani. Separohnya, 42 juta, petani gurem.

@chirpstory @imamwm1 29. Pembukaan kran impor sebebas-bebasnya seperti anjuran @PartaiSocmed, akan menjadi pembantaian orang desa. Mengapa?

@chirpstory @imamwm1 30. Bertani sudah tak ekonomis. Alih profesi. Data statistik 10 thn terakhir menunjukkan pengurangan jumlah petani.

@chirpstory @imamwm1 31. Sebagian terpaksa keluar negeri jadi TKI dengan gaji murah bahkan tak digaji. Disiksa, bahkan diperkosa.

@chirpstory @imamwm1 32. Sebagian menjadi buruh industri di kota dengan upah murah. Atau perempuan – maaf – terpaksa melacur karena ekonomi.

@chirpstory @imamwm1 33. Ciloko dua belas, lahan yang dijual untuk modal jadi TKI tak lagi jadi lahan pertanian krn tak ekonomis.

@chirpstory @imamwm1 34. Lahan pertanian kita makin menyusut. Data statistik: penurunan lahan sangat luar biasa dalam satu dekade terakhir.

@chirpstory @imamwm1 35. Data BPS: 2007 lahan pertanian produktif 4,1 juta hektar. 2013 tinggal 3,5 juta hektar. 6 tahun susut 600 ribu ha.

@chirpstory @imamwm1 36. Itu sebabnya ketergantungan impor makin tinggi. Lahan pertanian yang ada tak bisa lagi mencukupi kebutuhan nasional

@chirpstory @imamwm1 37. Kelangkaan komoditi mungkin bisa ditutupi dengan impor. Tetapi bukan makin sembuh, tapi parah. IMPOR BUKAN OBAT

@chirpstory @imamwm1 38. Yang diberikan bukan obat, tapi racun. Petani kita makin dibantai dan lahan makin menyusut. IMPOR ADALAH RACUN.

@chirpstory @imamwm1 39. Lalu apa obatnya. Petani harus kembali mengerjakan lahannya. Gairahkan dengan tingginya nilai ekonomi pertanian.

@chirpstory @imamwm1 40. Seperti saat ini petani bawang sangat tersenyum. Harga sangat menjanjikan. Harga daging bagus, peternak sumringah.

@chirpstory @imamwm1 41. Ini berarti kuncinya batasi impor agr harga naik. Banyak instrumen menekan impor, sep keamanan pangan misalnya.

@chirpstory @imamwm1 42. Gairah petani tentu gairahkan ekonomi desa. 120 juta rakyat untung. Sedangkan di kota yang berniaga tak ada resiko.

@chirpstory @imamwm1 43. Mungkin awalnya kebijakan ini terasa sakit bagi sebagian. Namun tak seperti asumsi @PartaiSocmed. Malah sebaliknya.

@chirpstory @imamwm1 44. Jumlah rakyat untung jelas lebih banyak. 120 juta di desa. Petani tak perlu jadi buruh ke kota.

@chirpstory @imamwm1 45. Mereka menjadi buruh murah meriah untuk usaha “Makloon” yang dikatakan @PartaiSocmed.

@chirpstory @imamwm1 46. “Makloon” berasal dari bhs Belanda. CMT (Cut Make Trim). Semacam pelengkap industri besar. Atau bisa perakitan .

@chirpstory @imamwm1 47. Misalnya pabrik toyota, bagian spare part tertentu yang nilai ekonominya murah dikerjakan orang Indonesia.

@chirpstory @imamwm1 48. Makloon akal-akalan. Produk yang cuma 10 persen komponen nasional, dibilang produk nasional negara pasar.

@chirpstory @imamwm1 49. Tak perlu pintar ngitung. Bila 10 persen, misal mobil, maka hanya 10 persen uang penjualan mobil tetap di Indonesia

@chirpstory @imamwm1 50. Sisanya, 90%, balik lagi ke negara pemilik modal. Kalo hanya 10% tetap dan 90% terbang, kita untung apa rugi?

@chirpstory @imamwm1 51. Atau mobil Esemka yang dibangga-banggakan @PartaiSocmed. Bayangkan komponen utama Esemka hasil pabrikan asing.

@chirpstory @imamwm1 52. Berapa lokal? 10 atau 20%. Bayangkan bila diproduksi massal. 80% untuk asing 20 persen untuk kita. Untung apa rugi?

@chirpstory @imamwm1 53. Saya tak mengatakan ‘maklon’ tak menguntungkan, menguntungkan tapi untuk segelintir orang dibandingkan total rakyat

@chirpstory @imamwm1 54. Alangkah baiknya bila pertanian kita jadi tuan rumah di negeri sendiri dan industri gunakan bahan baku kita sendiri

@chirpstory @imamwm1 55. Jangan percaya tipuan pasar bebas yang dikhotbahi asing. Yang diamini kolaborator dan antek2nya di Indonesia.

@chirpstory @imamwm1 56. Mereka (asing) baru sekarang bicara pasar bebas, saat negara mereka membangun ekonomi apa yang mereka lakukan.

@chirpstory @imamwm1 57. Untuk lebih memahami, sejenak ikuti penuturan professor Ekonomi asal Cambridge, Inggris, Ha Joon Chang.

@chirpstory @imamwm1 58. 'Bad Samaritans: Rich Nations, Poor Policies and the Threat to the Developing World (2007)', Chang tuturkan D Defoe

@chirpstory @imamwm1 59. Siapa Defoe? Pengarang novel Robinson Crusoe (RC). RC tokoh fiksi; ikon para begawan ekonomi pendukung pasar bebas

@chirpstory @imamwm1 60. Hidup sendirian di pulau terpencil, RC memanfaatkan pilihan2 rasionalnya untuk memenuhi kebutuhannya.

@chirpstory @imamwm1 61. Saat bertemu mitra, ia tetapkan nilai tukar antara produknya dan produk tetangganya dlm transaksi pertukaran bebas.

@chirpstory @imamwm1 62. Bagi ekonom pro pasar bebas, cerita Robinson Crusoe menjadi bukti bahwa tiap-tiap individu hidup seperti Crusoe

@chirpstory @imamwm1 63. Biarkan mereka melakukan apa yang diinginkan tuk dirinya tanpa campur tangan pemerintah, maka itu jalan terbaik.

@chirpstory @imamwm1 64. Karya fiksi Defoe ini tak sama dengan kebijakan ekonomi Defoe saat jadi konsultan ekonomi politik Inggris.

@chirpstory @imamwm1 65. Inggris jadi macan industri setelah pemerintah disarankan campur tangan lewat subsidi, proteksi dan aksi spionase.

@chirpstory @imamwm1 66. Itu Inggris, gimana AS. Kita sering dengar khotbah Professor Amerika soal kebebasan ekonomi dan pasar bebas.

@chirpstory @imamwm1 67. Di seminar, kuliah umum, dan buku-buku yang diterbitkan lembaga riset sep Freedom Institute.

@chirpstory @imamwm1 68. Kita disuguhi pikiran Ludwig von Moses, Fredrich von Hayek, Martin Wolf, dan Milton Friedman.

@chirpstory @imamwm1 69. Namun dibalik retorika dan propaganda pasar bebas, mereka tutup rapat-rapat sejarah ekonomi-politik AS.

@chirpstory @imamwm1 70. Seperti dikatakan Chang, saat AS berdiri, bapak ekonomi pasar bebas Adam Smith, sarankan AS tak bangun manufaktur.

@chirpstory @imamwm1 71. Alasannya, selain hambat aliran impor manufaktur Eropa ke AS, juga akan menghambat pertumbuhan ekonomi AS sendiri.

@chirpstory @imamwm1 72. Beberapa petinggi negara baru itu, seperti Thomas Jefferson, mengamini nasehat Adam Smith tersebut.

@chirpstory @imamwm1 73. Namun, banyak pula elite dan intelektual yang menolaknya, dengan tokoh utamanya Alexander Hamilton.

@chirpstory @imamwm1 74. Di Konggres, Hamilton tegaskan pentingnya proteksi. tarif, subsidi, larangan ekspor barang baku dan larangan impor

@chirpstory @imamwm1 75. Seluruhnya bertolak belakang saat ini dengan konsep pasar bebas nasehat IMF dan Bank Dunia ke Indonesia saat ini

@chirpstory @imamwm1 76. Jika begini apakah tidak sangat terlalu bodoh bila masih mengagungkan pasar bebas di sektor pertanian?

@chirpstory @imamwm1 77. Akun @PartaiSocmed Anda boleh benci Suswono karena latar belakang politiknya, tapi jangan korbankan petani.

@chirpstory @imamwm1 78. Keberaniannya menanggung resiko melawan mafia impor, harus diapresiasi. Jarang-jarang menteri kita pro ke petani.

@chirpstory @imamwm1 79. Salam. Semoga Indonesia kedepan menjadi lebih baik.


Twit Terbuka untuk Wagub DKI Jakarta | Kultwit @airakaz

Friday, March 15, 2013

http://3.bp.blogspot.com/-mVOi0aWdIQM/TamXi7T1j0I/AAAAAAAAABI/iWk4Rvx7oxo/s1600/merah-putih-di-puncak.jpg


Zack 
@airakaz 

Twit Terbuka untuk Wagub DKI Jakarta Bang Ahok terkait dengan pernyataannya Vatikan Negara Pertama yg Mengakui Kemerdekaan RI  

Jika ada diantara Anda yang ingin menyanggah atau mengkoreksi dipersilahkan dan ini tdk ada kaitannya dgn kebencian agama tertentu

  1. Meskipun tidak aneh Ahok terkadang memberikan pernyataan kontroversi, tapi untuk yang satu ini harus menjadi perhatian serius
  2. Belanda menjajah Indonesia dgn restu gereja dgn slogan gold(emas), glory(kejayaan), dan gospel(menyebarkan agama)
  3. Dan semua negara Imperialis/ Penjajah disetiap aksinya selalu berkonsultasi dgn Vatikan
  4. Belanda baru mengakui Kemerdekaan RI tgl 27 Desember 1949, nyaris 4 tahun setelah Proklamasi Kemerdekaan RI
  5. Dan utusan kerajaan Belanda resmi mau hadir di HUT RI thn 2008 dgn mengutus Perdana Menterinya, +- 63 tahun setelah Proklamasi
  6. Nah, Negara Pertama yang mengakui Kemerdekaan Indonesia adalah Mesir
  7. Namun komite yg dibentuk di Mesir dibiayai o/ salah seorang Mufti Palestina yg mberikan semua hartanya u/ Kemerdekaan Indonesia
  8. Mufti Palestina itu bernama Syaikh Muhammad Amien Al Husaini, jadi sejatinya Indonesia 'berhutang' ke Mesir dan Palestina  
  9. Mesir mengakui Kemerdekaan RI pd 22 Maret 1946, disambung Liga Arab (Saudi, Qatar, dll) pd 18 November 1946
  10. Lalu disusul Suriah pada 3 Juli 1947, Lebanon dan Irak pada 9 juli 1947
  11. Hebatnya, Syaikh Muhammad Amien Al Husaini mengakui Kemerdekaan RI melalui radio Berlin..  
  12. ..yang berbahasa Arab secara On Air pada tgl 6 Sept 1944, atas nama Mufti Besar Palestina  
  13. Itu dilakukan Syaikh Amien +- 2 tahun sebelum Mesir menyatakan/mengakui Kemerdekaan RI, Subhanallah  
  14. Perhatikan dan bayangkan bagaimana hampir semua negara Arab dan rakyat nya bersorak sorai menyambut Kemerdekaan kita Indonesia  
  15. Sedang Vatikan? Pasti bersedih krn negara binaan nya Belanda kalah perang dan kehilangan SDA yg bisa di eksplorasi  
  16. Muhammad Ali Taher, kalo tdk salah Pengusaha dari Palestina yang menyumbangkan seluruh dananya yg ada di Rek. Bank Arabia..  
  17. ..tanpa meminta tanda bukti & berkata "Terimalah semua kekayaan saya ini, untuk memenangkan Perjuangan Indonesia" | Allahuakbar  
  18. Syekh Amien mengakui kemerdekaan Indonesia th 1944, sebelum Proklamasi di bacakan.. Pertanyaannya, ada apa?  
  19. Ternyata dunia Arab, politisi Mesir, Palestina mensupport gerakan Kemerdekaan RI dgn terbentuknya Panitia Pembela Tanah Air  
  20. M. Zain Hassan yg di amanahi memimpin Panitia ini hingga terbentuk lah gerakan2 Persiapan Kemerdekaan yg ada didlm buku  
  21. Ketika terjadi pertempuran 10 Nov 1945 di Surabaya, masyarakat Timur Tengah melakukan demonstrasi dijalan2 menentang agresi ini  
  22. Bahkan demonstrasi berujung gerakan Anti Inggris, Amerika dan sekutu2nya  
  23. Lalu pada saat itu dimana masyarakat Barat, Kristen, apalagi Vatikan ???!!!  
  24. Bang Ahok, saya tidak peduli siapa Anda, dari mana asal dan agama Anda, tapi cara Anda memutarbalikkan..  
  25. sdh melukai perasaan saya sbg Muslim, mohon kiranya kepentingan pribadi Anda dgn Vatikan jgn melukai perasaan Muslim lainnya
  26. dan untuk kewibawaan Anda sebagai Wagub, alangkah baiknya Anda mencabut pernyataan Anda yg kontroversial itu  
  27. Atau Anda sendiri yang ingin menjelaskan sejarah Vatikan sebagai Negara Pertama yang mengakui Kemerdekaan RI kpd umat Muslim  
  28. Saya bukan ahli saya mempersilahkan jika ada yang ingin meluruskan, wabil khusus 'Bang' Ahok tentang sejarah ini
  29. Semoga Jakarta betul2 memiliki pemimpin yg Baik, bkn pemimpin yg asal Jeplak, menghormati keragaman dgn tidak melukai lainnya
  30. Demikian semoga berkenan dan bermanfaat, Wallahu'alam..
Terimakasih sobat, yang sudah memberikan link ini >>  

Fanatik terhadap PKS?

Thursday, March 14, 2013


fanatik_terhadap_pks

Jonru Ginting

Pagi ini (14 Maret 2013) saya menulis dua status berturut-turut di Facebook:

Status I:
Parpol atau ormas itu cuma kendaraan. Alangkah naifnya jika kita fanatik terhadap kendaraan. Kalau mau fanatik, ya sama Islam saja.
Status II:
Ketika ada orang yang fanatik terhadap klub sepakbola tertentu, artis tertentu, ulama tertentu, kita menganggap itu biasa-biasa saja.
Tapi ketika ada orang yang fanatik terhadap agama yang dia anut, kita menganggap itu perbuatan yang sangat tercela.
Mengapa? Bukankah hanya agama yang bisa membuat kita masuk surga? Emangnya Manchester United atau Justin Bieber atau Gus Dur bisa bikin kita masuk surga? Tak bisa kan???
(Pemikiran seperti ini sudah pernah saya tulis di buku Sekuler Loe Gue End)
Setelah membaca status di atas, ada teman yang menyindir, mengatakan saya fanatik terhadap PKS. Secara tidak langsung dia berkata, “Kamu bilang cuma boleh fanatik terhadap Islam. Tapi kamu kok fanatik terhadap PKS?”

“Sindiran” seperti itu memang bisa dimaklumi, karena belakangan ini saya memang banyak menulis status, atau men-share status orang lain, yang intinya adalah membela PKS. Dan banyak orang yang kemudian mengira saya fanatik terhadap PKS, mencintai PKS secara membabi-buta. Bahkan ada teman yang menyindir saya, “Sekarang ada agama baru, ya. Namanya PKS.”

Ya, sebenarnya saya maklum-maklum saja pada persepsi orang lain yang seperti itu. Sebab mereka umumnya belum kenal saya secara lebih dekat.

Mereka mungkin tidak tahu, bahwa dulu ketika PKS menjagokan SBY sebagai capres, saya justru membelot dan memilih JK. Ketika teman-teman mengajak saya untuk ikut kampanye SBY, saya menolak mentah-mentah.

Atau kalau teman2 ingin bukti yang lebih otentik, coba baca tulisan berikut, yang saya tulis pada tahun 2005 lalu:

Ketika Partai Pilihanku Mendukung Kenaikan Harga BBM

Apakah pada artikel tersebut terlihat bahwa saya fanatik terhadap PKS? Silahkan teman-teman berikan penilaian sendiri.
* * *

Bagi saya pribadi, PKS atau ormas hanyalah kendaraan untuk menjalankan tugas kita di muka bumi ini, yakni beribadah kepada Allah. Jadi PKS adalah sarana saya untuk beribadah semata. Khususnya di bidang politik.

“Bukankah sarana beribadah itu banyak? Kenapa harus PKS?”
Karena hingga saat ini, saya menilai bahwa PKS adalah sarana yang paling sesuai dengan ajaran Islam yang saya pahami.

Mungkin Anda punya pemahaman yang berbeda mengenai Islam. Karena itu, Anda pun punya pemahaman yang berbeda pula mengenai “sarana apa yang paling cocok.”
Baiklah. Semua orang boleh berbeda. Tapi selama niatnya sama, yakni untuk beribadah kepada Allah, maka tak ada yang peru dipermasalahkan, bukan?

“Oke, kalau kamu memang tidak fanatik terhadap PKS, berarti kamu siap untuk meninggalkan PKS suatu saat nanti, jika menurut kamu PKS sudah tidak sesuai dengan ajaran Islam?”

Betul sekali. Apapun itu – termasuk PKS – jika dia memang tidak sesuai dengan ajaran Islam, maka mari tinggalkan rame-rame.

Masalahnya, sampai sekarang saya masih berpendapat bahwa PKS masih sesuai ajaran Islam. Itulah sebabnya, saya masih setia pada PKS.

Tapi kalau soal fanatik, ya ke Islam saja. Sebab hanya Islam – bukan PKS atau apapun – yang bisa membawa saya ke surga :-)
* * *
Berikut saya copas bagian penting dari tulisan saya tahun 2005 lalu:

Bagi teman-teman yang telah mengenal PKS secara mendalam, saya yakin akan bisa memahami sikap saya ini. Tapi bagi Anda yang belum mengenal PKS lebih dekat, saya akan mencoba menjelaskannya. Tapi sekali lagi maaf jika ini terkesan sebagai kampanye.
Sepanjang pengetahuan saya, PKS bukan partai biasa. Ia bukan partai yang hanya mengurus politik. Partai lain, coba kita lihat. Mereka hanya tersenyum pada rakyat pada saat kampanye pemilu. Para kadernya pun lebih banyak berfokus pada kekuasaan. Mereka amat berambisi jadi penguasa. Karena itu, segala cara pun ditempuh.
Lantas jika pemilu sudah usai, senyum manis itu pun usai. Mereka kembali menampakkan ciri aslinya. Politik itu kotor. Politik itu penuh intrik, kepentingan dan ambisi kekuasaan. Dan itulah gambaran yang paling nyata menyenai partai politik secara umum.
Dulu, saya pun pernah bergabung dengan sebuah partai politik. Dan fakta yang saya temui tidak jauh-jauh dari gambaran di atas.
* * *
Setelah mengenai PKS, ajaib sekali! Saya menemukan nuansa yang benar-benar berbeda. Bagi PKS, politik itu bukan untuk meraih kekuasaan. Politik adalah bagian dari dakwah. Dan sebagai sebuah partai dakwah, kegiatan PKS bukan hanya di bidang politik. Nyaris semua aspek kehidupan disentuh oleh PKS. Ini sangat sesuai dengan ajaran Islam yang memang menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia.
Selama bergaul dengan para kader PKS, yang saya temui bukanlah orang-orang yang berambisi jadi penguasa. Malah sebaliknya, hampir semua kader PKS adalah orang-orang yang tidak pernah bersedia jika dicalonkan untuk menduduki jabatan tertentu. Kalaupun akhirnya menerima, itu karena terpaksa, dan mereka melihat itu sebagai takdir. Mereka melihat itu sebagai kesempatan untuk memperluas lahan dakwah.
Ya, sepanjang yang saya lihat, motivasi utama para kader PKS dalam berpolitik bukanlah untuk meraih kekuasaan, namun untuk menjalankan tugas dakwah di muka bumi ini.
Dan karena motivasi dakwah inilah, senyum manis para kader PKS terhadap rakyat tidak hanya kita temukan pada masa-masa kampanye. Memang, di masa kampanye mereka terlihat agresif dalam merebut simpati rakyat. Secara jujur, saya pun mengakui hal ini. Tapi bukankah hal seperti ini juga dilakukan oleh partai-partai lain? Dan yang perlu diingat, senyum manis kader PKS ini ternyata tidak hanya berlangsung di masa-masa kampanye. Senyum manis dan tulus mereka hadir setiap saat, kapan dan di mana saja. Bahkan beberapa hari setelah pemilu usai, mereka tetap aktif menyelenggarakan kegiatan bakti sosial, membantu rakyat yang menderita karena terkena banjir, dan seterusnya. Kalau dipikir-pikir secara logika politik orang awam, buat apa mereka melakukan hal ini? Buat apa mereka mencari simpati rakyat padahal pemilu sudah usai?
* * *
Sungguh! Kenyataan seperti itulah yang membuat saya tetap konsisten, memutuskan untuk tetap berada di barisan pendukung PKS. Saya tahu, dalam masalah BBM saya telah dikecewakan oleh PKS. Namun saya juga tahu, PKS bukan hanya mengurus politik. Di PKS, saya menemukan Islam dalam arti yang sebenar-benarnya. Di PKS, saya berkesempatan untuk berkenalan dengan manusia-manusia yang luar biasa, manusia-manusia yang konsisten dalam menerapkan nilai-nilai Islam dalam setiap aspek kehidupan mereka. Di PKS, saya terus-menerus diingatkan oleh para ikhwah sahabat saya, untuk tetap konsisten menjadi seorang muslim yang baik, muslim yang selalu konsisten dalam berislam secara kaffah. Saya akui, sejak bergabung dengan PKS saya merasa hidup saya lebih bahagia dan lebih tenang.
Dengan kondisi ini, akankah saya meninggalkan PKS hanya gara-gara partai dakwah ini melakukan sebuah “kesalahan” dan membuat saya kecewa? Jawaban saya: TIDAK.
Namun demikian, saya juga tak lupa berdoa, agar di masa depan, PKS tetap menjadi partai yang saya banggakan, yang selalu membuat keputusan yang membela kepentingan rakyat. Saya berdoa agar di masa depan, PKS tidak pernah lagi membuat keputusan yang membuat saya kecewa.
 
Terima kasih, salam sukses selalu![jonru.wordpress]

NB: Ingin menerbitkan buku, bebas penolakan naskah? Klik saja www.dapurbuku.com :-)
Jonru
Mendukung Gerakan “1 Juta Kader PKS Menulis”

Download

Artikel lainnya »

Nasional

Artikel lainnya »

Sejarah Islam

Artikel lainnya »

Blog Archive

Kesehatan

Artikel lainnya »

Teknologi

Artikel lainnya »
 

© Copyright Suara Keadilan 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.