News Update :

Manusia itu Seperti Kura-kura

Monday, December 17, 2012

Nandang Burhanudin 

Dikisahkan, seorang anak memiliki seekor kura-kuran kecil. Saking cintanya, si anak rajin memberi makan dan bermain-main dengannya. Hingga datang suatu malam di musim dingin, si anak datang menjumpai kura-kura kesayangannya. Namun, sang kura-kura tengah asik menutup diri dengan pakaiannya yang tebal karena dingin mencari kehangatan.

Si
anak tidak sabar. Ia berusaha menarik keluar, si kura-kura tetap menolak. Hingga si anak memukul kura-kura dengan tongkat. Namun kura-kura tetap menolaknya. Si anak kesal, keluarlah kata-kata kasar sembari , "Keluaaaarrrr .... Ayo main dengan aku", teriak si anak emosi. Namun kura-kura bergeming. Ia tetap kukuh dengan keenggangannya.


Saat si anak putus asa dan bermuram durja. Aya
hnya datang dan memeluk si anak. Lalu berkata, "Ada apa wahai puteraku?" Si anak menceritakan masalahnya. Si ayah pun tersenyum. "Biarkan aja dulu ... mari kita duduk nak!"

Kemudian si ayah didampingi anaknya menyalakan tungku penghangat, kehangatan pun dirasakan. Perhatian si anak tak luput tertuju pada kura-kura. Terlihat, kura-kura sedikit demi sedikit berjalan menghampiri keduanya mencari kehangatan.

Sang ayah tersenyum. Lalu berkata kepada anaknya, "Wahai anakku, manusia itu seperti kura-kura. Jika kamu menginginkan mereka menyetujui pendapatmu, maka berikan kehangatan dengan kelembutanmu. Jangan paksa mereka melakukan apa yang kamu inginkan. Ini adalah rahasia dari jiwa-jiwa yang mampu menghipnotis orang lain dan memberi pengaruh bagi kehidupan. Mereka memberi kehangatan dengan cinta yang dibalas dengan loyalitas; mau berbagi dan dibalas dengan ketaatan. Semua diawali dari kelembutan hati dan jiwa mereka.

Pepatah mengatakan, "Bisa jadi dirimu memaksa seekor kuda pergi ke sebuah sungai, namun dirimu tak akan pernah bisa memaksanya minum dari air sungai."

Itulah manusia. Menebar kehangatan dan kelembutan, adalah bagian dari FIKROH CINTA. Sebaliknya, menebar kebencian, cacimaki, hinaan adalah FIKROH KEBENCIAN. Jangan harap seorang manusia BERLAPANG DADA dengan fikroh kita, selama fikroh kita masuk dalam kategori FIKTOR (fikroh kotor), atau fikrohnya baik tapi disebar dengan propaganda kotor. Sebaliknya banyak fikroh-fikroh yang kotor, namun ketika dikemas dengan cara-cara yang lembut dan hangat, manusia menerimanya dengan suka cita. 
 
Contohnya: Demokrasi adalah fikroh bukan dari Islam, tapi banyak yang terbuka menerimanya. Karena dikemas dengan cara-cara menarik. Namun sebaliknya fikroh Syariah kendati dari Islam, ketika ditebar dengan pemaksaan, benci, dan caci maki, maka tak sedikit orang yang menolak bahkan antipati saat mendengarnya.[Nadang Burhanudin]

Anda sedang membaca artikel tentang Manusia itu Seperti Kura-kura, anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda, namun jangan lupa untuk meletakkan link Manusia itu Seperti Kura-kura sumbernya.

Artikel Terkait KOLOM ,OASE

Share this Article on :

0 comments:

Post a Comment

 

© Copyright Suara Keadilan 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.